13.12.09

Random

Aku benci

Aku benci kejadian di masa lalu
Saat sahabatku mengatakan kepadamu aku mencintaimu, di depanku

Aku benci atas situasi selama ini
Karena aku tak pernah bisa menjadi temanmu, selama ini

Aku benci sekolah di sekolah yang berbeda denganmu

Karena aku hancur jauh darimu

Aku benci pada kekakuanku saat bersamamu
Padahal itu merupakan kesempatanku mendekatimu

Aku benci atas kekonyolanku selama ini
Mau bagaimana lagi? Jiwaku menginginkan perhatianmu

Aku benci menjadi orang lain

Karena aku ingin menjadi lelaki ideal untukmu

Aku benci menjadi pengecut yang memanfaatkan teman-temanmu
Karena aku kurang percaya diri atas kemampuanku

Aku benci waktu itu aku gagal pergi denganmu
Padahal selama sebulan aku hampir tak tidur karena memikirkanmu

Aku benci aku mengorbankan tubuhku saat itu, menahan lapar dan tidak berbuka puasa
Karena aku menunggumu keluar rumah, aku ingin jujur

Aku benci atas kebodohanku di hari itu

Tapi bagaimana? Hatiku meraung menginginkanmu



Aku benci, aku hidup dalam fantasi



Aku benci saat kau mulai membenciku
Dan aku tertawa lebar malam itu, berlindung dari kesedihanku

Aku benci merasa senang melihatmu
Karena aku tahu, sekarang kau menganggapku tak ada

Aku benci memberanikan diri menyapamu
Karena sudah kulakukan dari dulu, dan kau bahkan tak menengok

Aku benci melewati jalan yang jauh untuk ke kampus
Kupaksakan, karena dengan begitu aku lewat depan rumahmu

Aku benci hatiku menggeliat saat aku melihatmu dalam mobilmu
Karena aku teringin sangat berlari mengejar, dan mengetuk pintumu dan menyapamu

Aku benci bertemu dengan teman-temanmu, meski mereka temanku juga
Karena mereka mengingatkanku kepadamu

Aku benci merasa bersalah saat mencoba tertarik kepada wanita lain
Entah kenapa, aku cuma bisa cinta kamu

Aku benci menulis ini, seakan meminta belas kasihanmu

Tapi aku benar-benar ingin kau tahu



Aku benci, benar-benar benci

Aku memang orang bodoh, goblok, dan tolol
Karena sampai sekarang, aku masih mencintaimu, memimpikanmu, dan mendoakanmu