Aku benci
Aku benci kejadian di masa lalu
Saat sahabatku mengatakan kepadamu aku mencintaimu, di depanku
Aku benci atas situasi selama ini
Karena aku tak pernah bisa menjadi temanmu, selama ini
Aku benci sekolah di sekolah yang berbeda denganmu
Karena aku hancur jauh darimu
Aku benci pada kekakuanku saat bersamamu
Padahal itu merupakan kesempatanku mendekatimu
Aku benci atas kekonyolanku selama ini
Mau bagaimana lagi? Jiwaku menginginkan perhatianmu
Aku benci menjadi orang lain
Karena aku ingin menjadi lelaki ideal untukmu
Aku benci menjadi pengecut yang memanfaatkan teman-temanmu
Karena aku kurang percaya diri atas kemampuanku
Aku benci waktu itu aku gagal pergi denganmu
Padahal selama sebulan aku hampir tak tidur karena memikirkanmu
Aku benci aku mengorbankan tubuhku saat itu, menahan lapar dan tidak berbuka puasa
Karena aku menunggumu keluar rumah, aku ingin jujur
Aku benci atas kebodohanku di hari itu
Tapi bagaimana? Hatiku meraung menginginkanmu
Aku benci, aku hidup dalam fantasi
Aku benci saat kau mulai membenciku
Dan aku tertawa lebar malam itu, berlindung dari kesedihanku
Aku benci merasa senang melihatmu
Karena aku tahu, sekarang kau menganggapku tak ada
Aku benci memberanikan diri menyapamu
Karena sudah kulakukan dari dulu, dan kau bahkan tak menengok
Aku benci melewati jalan yang jauh untuk ke kampus
Kupaksakan, karena dengan begitu aku lewat depan rumahmu
Aku benci hatiku menggeliat saat aku melihatmu dalam mobilmu
Karena aku teringin sangat berlari mengejar, dan mengetuk pintumu dan menyapamu
Aku benci bertemu dengan teman-temanmu, meski mereka temanku juga
Karena mereka mengingatkanku kepadamu
Aku benci merasa bersalah saat mencoba tertarik kepada wanita lain
Entah kenapa, aku cuma bisa cinta kamu
Aku benci menulis ini, seakan meminta belas kasihanmu
Tapi aku benar-benar ingin kau tahu
Aku benci, benar-benar benci
Aku memang orang bodoh, goblok, dan tolol
Karena sampai sekarang, aku masih mencintaimu, memimpikanmu, dan mendoakanmu
13.12.09
Subscribe to:
Posts (Atom)
